Jakarta — PT Sharecode Konstruksi mencatat 10 juta jam kerja tanpa kecelakaan hilang waktu kerja (lost time injury) pada 28 Oktober 2026. Capaian ini dihitung dari lima proyek aktif yang melibatkan lebih dari 4.200 pekerja, termasuk subkontraktor.
Direktur Operasi, Ir. Bayu Pranoto, menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil kerja seluruh insan proyek, bukan hanya tim K3. “Setiap pekerja punya hak dan kewajiban menghentikan pekerjaan yang dianggap tidak aman. Kami memberi penghargaan, bukan teguran, bagi yang menggunakannya,” ujarnya.
Tiga kunci utama
Berdasarkan evaluasi internal, ada tiga program yang paling berpengaruh terhadap penurunan angka insiden dalam dua tahun terakhir:
- Inspeksi harian berbasis aplikasi. Temuan tidak aman difoto, ditandai lokasinya, dan wajib ditutup dalam 24 jam.
- Izin kerja khusus. Pekerjaan di ketinggian, ruang terbatas, dan pengangkatan berat wajib memakai izin kerja yang ditinjau ahli K3.
- Briefing pagi 15 menit. Setiap regu membahas risiko pekerjaan hari itu sebelum mulai bekerja.
“Target kami bukan angka di papan pengumuman, tetapi setiap pekerja pulang ke keluarganya dengan selamat setiap hari.”
Berlanjut ke proyek baru
Perusahaan menargetkan seluruh proyek baru mulai 2027 menerapkan sensor kelelahan operator alat berat dan pemantauan cuaca otomatis untuk pekerjaan di ketinggian. Program ini akan diuji coba lebih dulu di Terminal Peti Kemas Sharecode Bay, Makassar.
Berita terkait
Sertifikasi Ulang ISO 45001 dengan Nol Temuan Mayor
Audit surveilans meninjau 14 proyek dan kantor pusat; auditor mencatat praktik baik pada manajemen risiko pekerjaan di ketinggian.
BacaTopping Off Menara Sharecode Business Park Lebih Cepat Tiga Minggu
Pengecoran pelat lantai 32 menandai selesainya pekerjaan struktur atas gedung perkantoran setinggi 148 meter di Jakarta Selatan.
Baca