Setiap awal tahun, bagian keuangan menghadapi tenggat yang padat: tutup buku, pelaporan pajak, dan audit tahunan. Dari pengalaman kami mendampingi lebih dari 400 klien, keterlambatan audit hampir selalu berawal dari dokumen yang belum siap — bukan dari kompleksitas transaksi.
1. Neraca saldo yang sudah final
Pastikan seluruh jurnal penyesuaian akhir tahun telah dibukukan sebelum neraca saldo diserahkan. Perubahan neraca saldo di tengah audit menyebabkan pengujian harus diulang.
2. Rekonsiliasi bank seluruh rekening
Siapkan rekonsiliasi bank per tanggal neraca beserta rekening koran dan daftar transaksi dalam perjalanan. Jangan lupakan rekening yang jarang digunakan atau sudah ditutup selama tahun berjalan.
3. Rincian dan umur piutang
Auditor akan mengirim surat konfirmasi kepada pelanggan. Rincian piutang yang mutakhir — lengkap dengan alamat dan kontak pelanggan — mempercepat proses konfirmasi.
Klien yang menyerahkan 90% dokumen sebelum pekerjaan lapangan dimulai rata-rata menyelesaikan audit 3 minggu lebih cepat.
4. Daftar aset tetap & penyusutan
Cocokkan daftar aset tetap dengan buku besar. Sertakan bukti perolehan aset baru serta berita acara penghapusan aset yang dijual atau rusak.
5. Kontrak dan perjanjian penting
Perjanjian kredit, sewa, kerja sama distribusi, dan kontrak penjualan besar memengaruhi pengakuan pendapatan serta pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan.
6. Dokumen perpajakan
SPT Masa dan SPT Tahunan, bukti potong, serta surat ketetapan pajak diperlukan untuk menguji beban dan utang pajak.
7. Notulen rapat & perubahan akta
Keputusan RUPS, rapat direksi, atau rapat pengurus sering memuat informasi yang berdampak pada laporan keuangan, seperti pembagian dividen atau rencana investasi.
Fajar Nugroho, S.Ak.
Senior Manager Audit dengan pengalaman 12 tahun memimpin penugasan audit sektor ritel dan manufaktur.