Ringkasan layanan
Indonesia menerima rata-rata 4,8 kWh/m² radiasi matahari per hari — salah satu potensi terbaik di dunia. Kami membantu Anda mengubah atap, lahan kosong, atau permukaan waduk menjadi sumber listrik murah dan rendah emisi.
Setiap proyek dimulai dengan pemodelan produksi energi berbasis data satelit 20 tahun, survei struktur atap, serta analisis profil beban 15 menitan agar ukuran sistem tepat sasaran.
4–6 thnPeriode balik modal rata-rata
30%Penghematan tagihan listrik
99,2%Ketersediaan sistem (availability)
Lingkup pekerjaan
- Studi kelayakan, desain dasar, dan desain rinci (struktur, elektrikal, sipil)
- Pengurusan perizinan operasi paralel dengan jaringan dan sertifikat laik operasi
- Pengadaan modul Tier-1, inverter, struktur, dan sistem pemantauan
- Konstruksi, pengujian, komisioning, dan uji kinerja (performance ratio test)
- Pelatihan operator klien serta dokumen as-built lengkap
Kami menjamin performance ratio minimal 80% pada tahun pertama — dan menggantinya bila tidak tercapai.
Spesifikasi teknis tipikal
| Kapasitas | 100 kWp – 100 MWp |
|---|---|
| Teknologi modul | Monokristal bifasial N-type, 580–620 Wp |
| Inverter | String atau sentral, efisiensi ≥ 98,5% |
| Sistem pemantauan | SCADA & dasbor daring per 5 menit |
| Garansi kinerja modul | Linear 30 tahun, degradasi ≤ 0,4%/tahun |
| Waktu konstruksi | 3 bulan (1 MWp atap) – 14 bulan (50 MWp) |
Pertanyaan umum
Tim struktur kami akan menghitung kapasitas beban atap. Sistem PLTS atap umumnya menambah beban 12–15 kg/m². Jika perlu, kami merekomendasikan perkuatan gording sebelum instalasi.
Sistem dirancang agar sebagian besar energi dipakai sendiri. Kelebihan dapat diatur dengan pembatas ekspor (zero export) atau disimpan di baterai.
Rata-rata 1–1,5% dari nilai investasi per tahun, mencakup pembersihan modul, inspeksi termografi, dan penggantian komponen kecil.