Program Muraja'ah Intensif Menjelang Ujian Tahfidz
Selama 40 hari santri kelas tahfidz mengikuti muraja'ah tambahan selepas Isya.
Aula Serbaguna Pondok Pesantren Modern Sharecode Nurul Ilmi dipenuhi lantunan ayat suci pada Ahad pagi (1/11). Sebanyak 87 santri putra dan putri resmi diwisuda dalam Wisuda Tahfidz Angkatan ke-12 setelah menuntaskan hafalan 30 juz.
Para wisudawan sebelumnya mengikuti rangkaian ujian tasmi' — membaca hafalan tanpa melihat mushaf — di hadapan dewan penguji. Ujian dilakukan bertahap setiap lima juz, lalu ditutup dengan tasmi' 30 juz dalam satu hari bagi santri kelas tahfidz intensif.
Koordinator Tahfidz, Ustadzah Rina Maulida, menyampaikan bahwa rata-rata santri membutuhkan empat hingga enam tahun untuk menuntaskan hafalan. Kunci keberhasilannya terletak pada konsistensi muraja'ah dan dukungan keluarga.
"Menghafal itu pekerjaan sehari, menjaga hafalan itu pekerjaan seumur hidup. Hari ini bukan garis akhir, melainkan awal amanah yang lebih besar."
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok KH. Ahmad Fauzan Hakim, Lc., M.A. berpesan agar para wisudawan menjadikan Al-Qur'an sebagai akhlak, bukan sekadar hafalan.
Tiga wisudawan terbaik menerima beasiswa pendidikan lanjutan di Madrasah Aliyah, sementara seluruh wisudawan mendapat kesempatan mengikuti program sanad tahfidz bersama ulama tamu pada semester berikutnya.
Selama 40 hari santri kelas tahfidz mengikuti muraja'ah tambahan selepas Isya.
Dua santri kelas XI membawa pulang medali emas cabang fiqih dan nahwu.
Kajian kitab Riyadhus Shalihin digelar setiap Ahad kedua dan keempat.