Lebih sedikit, lebih lama
Sejak 2014 kami membuat pakaian yang tidak mengikuti musim, tetapi menemani bertahun-tahun.
Bermula dari satu mesin jahit di garasi
Sharecode Fashion lahir di sebuah garasi di Kebayoran Baru, ketika Anindya Larasati menjahit kemeja linen pertamanya karena tidak menemukan yang ia cari: sederhana, berpotongan tegas, dan awet.
Dua belas tahun kemudian, garasi itu menjadi atelier dengan 38 penjahit dan perajin mitra. Kami tetap memegang prinsip yang sama: merancang sedikit, menjahit dengan teliti, dan menjelaskan dengan jujur dari mana setiap potong pakaian berasal.
Kami tidak membuat koleksi setiap bulan. Kami membuat dua edisi setahun dan menyempurnakan potongan yang sudah ada — karena pakaian terbaik adalah yang tetap Anda pakai lima tahun lagi.
— Anindya Larasati, pendiri
Tahun berdiri
Penjahit & perajin
Butik: Jakarta & Bandung
Bahan dari pemasok lokal
Tiga hal yang tidak berubah
Potongan dulu
Kami membuat pola berulang kali hingga bahu, panjang, dan jatuhnya kain terasa tepat — baru kemudian memikirkan warna.
Bahan yang jujur
Linen, wol, katun, dan kulit nabati. Setiap produk mencantumkan komposisi bahan dan asal pemasoknya.
Dibuat untuk awet
Jahitan rantai, kampuh rapi, dan layanan reparasi gratis seumur hidup untuk kancing dan jahitan lepas.
Dua belas tahun, pelan-pelan
- 2014
Garasi di Kebayoran
Kemeja linen pertama dijual kepada 40 teman dan tetangga melalui pesan singkat.
- 2017
Atelier pertama
Pindah ke ruko dua lantai dengan enam penjahit tetap dan meja potong sepanjang delapan meter.
- 2020
Toko daring
Melayani pesanan ke 34 provinsi lewat WhatsApp dan situs resmi, dengan kemasan tanpa plastik.
- 2023
Butik Jakarta
Butik pertama dibuka di Jl. Sharecode Raya No. 27, sekaligus ruang pas dan reparasi.
- 2026
Bandung & Bentuk Diam
Butik kedua di Bandung dan peluncuran koleksi Bentuk Diam untuk musim hujan.
Tim kami
Kunjungi kami, coba langsung
Butik kami juga berfungsi sebagai ruang pas dan meja reparasi. Datang dan rasakan bahannya langsung — kopi kami yang siapkan.
Lokasi butik