Beras adalah bahan pokok yang paling sering kita beli dalam jumlah besar. Sayangnya, beras yang disimpan sembarangan bisa cepat apek, menggumpal, bahkan berkutu dalam hitungan minggu. Berikut tujuh cara yang juga diterapkan petugas gudang Sharecode Mart.
1. Pindahkan ke wadah kedap udara
Jangan biarkan beras tetap di karung plastik yang sudah dibuka. Pindahkan ke wadah berbahan plastik tebal, kaca, atau stainless dengan tutup rapat. Udara dan kelembapan adalah penyebab utama beras cepat rusak.
2. Simpan di tempat sejuk dan kering
Letakkan wadah jauh dari kompor, dispenser air panas, dan sinar matahari langsung. Suhu ideal penyimpanan beras berada di bawah 25 °C dengan kelembapan rendah.
3. Masukkan daun salam atau cabai kering
Aroma daun salam, cengkih, atau cabai kering tidak disukai kutu beras. Selipkan 3–5 lembar daun salam kering di bagian atas dan tengah wadah, lalu ganti setiap dua minggu.
“Di gudang, kami merotasi stok beras maksimal 14 hari dan selalu memakai sistem masuk pertama, keluar pertama.” — Siti Rahmawati, Kepala Gudang
4. Jangan mencampur beras lama dan baru
Habiskan dulu beras lama sebelum menuang beras baru. Sisa beras lama yang tertinggal di dasar wadah sering menjadi sarang telur kutu.
5. Cuci dan keringkan wadah secara rutin
Setiap kali wadah kosong, cuci dengan sabun, bilas, lalu keringkan sepenuhnya sebelum diisi kembali.
6. Beli sesuai kebutuhan
Untuk keluarga beranggotakan empat orang, kebutuhan beras sekitar 8–10 kg per bulan. Dengan layanan antar Sharecode Mart, Anda tidak perlu menimbun beras terlalu banyak.
7. Simpan di kulkas bila perlu
Beras merah dan beras organik lebih mudah tengik karena kandungan minyaknya tinggi. Simpan dalam wadah tertutup di kulkas agar tahan hingga enam bulan.