Manasik · 2 November 2026 · 8 menit baca

Panduan Lengkap Manasik Umroh: Dari Miqat hingga Tahallul

Ilustrasi Ka'bah dikelilingi jamaah yang sedang thawaf

Umroh adalah ibadah yang ringkas namun sarat makna. Rukunnya hanya empat, tetapi setiap langkahnya memiliki adab dan tata cara yang perlu dipahami sebelum berangkat. Panduan ini merangkum urutan manasik yang kami ajarkan di setiap pertemuan.

1. Ihram dari miqat

Ihram adalah niat memulai ibadah umroh. Sebelum berniat, jamaah disunnahkan mandi, memotong kuku, dan memakai wewangian di badan (bukan di kain ihram). Laki-laki mengenakan dua helai kain putih tanpa jahitan, sedangkan perempuan memakai pakaian yang menutup aurat dan tidak bercadar maupun bersarung tangan.

Bagi jamaah dari Indonesia yang terbang langsung ke Jeddah, niat dilakukan di atas pesawat saat melintasi miqat Yalamlam atau Qarnul Manazil. Jika berangkat dari Madinah, miqatnya adalah Dzulhulaifah (Bir Ali).

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

Labbaika Allahumma 'umratan — "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh."

2. Thawaf tujuh putaran

Thawaf dimulai dari garis sejajar Hajar Aswad dengan Ka'bah berada di sisi kiri. Pada tiga putaran pertama, laki-laki disunnahkan berjalan cepat (raml) dan membuka bahu kanan (idhthiba'). Setelah tujuh putaran, shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim bila memungkinkan, lalu minum air zamzam.

  • Dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil.
  • Menutup aurat dan dimulai dari Hajar Aswad.
  • Tidak ada bacaan khusus yang wajib; perbanyak doa dan dzikir.

3. Sa'i antara Shafa dan Marwah

Sa'i dilakukan tujuh kali, dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di Marwah. Di antara dua lampu hijau, laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil. Bagi lansia, tersedia kursi roda dan jalur khusus di lantai atas.

Ilustrasi jamaah menengadahkan tangan berdoa
Jamaah berdoa bersama setelah menyelesaikan sa'i. (Ilustrasi)

4. Tahallul

Ibadah umroh ditutup dengan mencukur atau memotong rambut. Laki-laki diutamakan mencukur habis, sementara perempuan cukup memotong ujung rambut sepanjang satu ruas jari. Dengan tahallul, seluruh larangan ihram telah gugur.

5. Larangan selama ihram

Selama berihram, jamaah tidak boleh memakai wewangian, memotong rambut atau kuku, berburu, menikah atau menikahkan, serta bagi laki-laki memakai pakaian berjahit dan penutup kepala. Pelanggaran tertentu dikenakan dam sesuai ketentuan fikih.

Ikuti manasik terdekat. Sesi praktik berikutnya diadakan Sabtu, 21 November 2026 di Aula Sharecode Rihlah. Daftar kehadiran.

manasik ihram thawaf sa'i