0812-0000-1427 halo@sharecode.id Izin PPIU No. 27/2026 (contoh)
27 Jumadil Awal 1448 H
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Panduan Manasik
Manasik

Panduan manasik umroh: 7 langkah dari miqat hingga tahallul

Oleh Ust. Zainal Abidin, M.A. · 2 November 2026 · 7 menit baca

Ilustrasi rombongan jamaah berihram sedang manasik

Umroh adalah ibadah yang singkat namun penuh makna. Rangkaiannya dapat diselesaikan dalam beberapa jam, tetapi persiapan ilmunya sebaiknya dimulai jauh sebelum berangkat. Berikut tujuh langkah utama yang kami ajarkan dalam setiap manasik.

1. Ihram dan niat di miqat

Sebelum melewati miqat, jamaah mandi sunnah, memakai pakaian ihram — dua helai kain putih tanpa jahitan bagi laki-laki, dan pakaian yang menutup aurat bagi perempuan — lalu berniat umroh. Bagi rombongan dari Madinah, miqat berada di Dzulhulaifah (Bir Ali).

Labbaika Allāhumma ‘umratan.

“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk berumroh.”

2. Menjaga larangan ihram

Selama berihram, jamaah tidak boleh memotong rambut dan kuku, memakai wewangian, berburu, atau melakukan hal-hal yang membatalkan ihram. Perbanyak talbiyah sepanjang perjalanan menuju Makkah.

3. Tawaf tujuh putaran

Tawaf dimulai dari sudut Hajar Aswad dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri. Laki-laki disunnahkan berjalan cepat (raml) pada tiga putaran pertama dan membuka bahu kanan (idhthiba’).

  • Mulai dan akhiri setiap putaran sejajar dengan Hajar Aswad.
  • Tidak ada doa khusus untuk tiap putaran — berdoalah dengan bahasa yang Anda pahami.
  • Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, bacalah Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah…

4. Salat sunnah di belakang Maqam Ibrahim

Setelah tawaf, laksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim bila memungkinkan. Jika padat, salat boleh dilakukan di area mana pun di Masjidil Haram.

5. Minum air zamzam

Minumlah air zamzam sambil menghadap kiblat dan berdoa untuk kebaikan dunia dan akhirat. Air zamzam tersedia di banyak titik di dalam masjid.

“Air zamzam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”— HR. Ibnu Majah

6. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Sa’i dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di Marwah, sebanyak tujuh kali perjalanan. Laki-laki disunnahkan berlari kecil di antara dua lampu hijau. Jamaah lansia dapat menggunakan kursi roda atau skuter yang tersedia.

7. Tahallul

Rangkaian umroh ditutup dengan memotong atau mencukur rambut. Laki-laki dianjurkan mencukur habis, sedangkan perempuan cukup memotong ujung rambut sepanjang ruas jari. Dengan tahallul, seluruh larangan ihram telah gugur.

Tips dari pembimbing

  1. Pilih waktu tawaf setelah salat Isya atau menjelang Subuh agar lebih lengang.
  2. Bawa botol minum kecil dan sandal dalam kantong agar tidak tertukar.
  3. Selalu bergerak bersama rombongan dan ingat titik kumpul yang disepakati.
Ust. Zainal Abidin, M.A.

Pembimbing ibadah senior dengan pengalaman membimbing lebih dari 60 rombongan umroh dan haji khusus.