Bagi anak-anak, perjalanan umroh adalah petualangan besar: naik pesawat, melihat masjid yang luas, dan bertemu banyak orang dari berbagai negara. Agar semangat itu berubah menjadi pengalaman ibadah yang bermakna, anak perlu diperkenalkan dengan urutan umroh jauh sebelum berangkat.
1. Mulai dari cerita, bukan hafalan
Ceritakan kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail sebelum tidur. Ketika anak memahami mengapa Siti Hajar berlari antara Shafa dan Marwah, sa'i tidak lagi terasa seperti berjalan bolak-balik tanpa makna.
"Anak yang paham ceritanya akan bertanya sendiri, 'Kapan kita lari-lari kecil seperti Siti Hajar, Bunda?'" — catatan seorang ibu jamaah, Januari 2026
2. Gunakan peraga sederhana di rumah
Kotak kardus yang dicat hitam bisa menjadi peraga Ka'bah. Ajak anak berjalan mengelilinginya tujuh kali sambil menghitung dengan jari atau gelang manik-manik.
- Gelang hitungan tawaf berisi 7 manik-manik warna-warni.
- Kartu doa bergambar ukuran saku untuk setiap tahapan.
- Peta mini Masjidil Haram untuk menunjukkan titik kumpul keluarga.
- Gelang identitas berisi nama, nomor rombongan, dan nomor HP orang tua.
3. Beri tugas kecil yang membanggakan
Anak senang merasa dilibatkan. Beri tugas seperti membawa botol air untuk kakek, mengingatkan waktu shalat, atau memegang kartu doa saat sa'i. Tugas kecil membuat anak fokus dan tidak mudah bosan.
Saat di Tanah Suci
Tentukan satu titik kumpul yang mudah diingat di setiap masjid. Di rombongan kami, pembimbing anak membagikan topi berwarna lilac agar anak mudah dikenali dari kejauhan.
4. Ikuti kelas manasik anak
Setiap paket Sakinah Tour sudah termasuk satu sesi manasik khusus anak dengan permainan, lagu doa, dan simulasi tawaf. Di akhir perjalanan, anak menerima sertifikat "Umroh Cilik" sebagai kenang-kenangan.