Kabupaten Sharecode — Musim panen kopi arabika 2026 menjadi musim terbaik bagi petani mitra PT Sharecode Agro. Rata-rata produktivitas kebun naik 38% dibanding tahun lalu, menembus 1,2 ton biji hijau per hektare.
Kenaikan ini merupakan buah dari program pemangkasan rejuvenasi dan pemupukan berimbang yang dijalankan sejak 2024. Sebanyak 1.140 petani di 22 desa mengikuti jadwal pemupukan yang disusun berdasarkan hasil uji tanah masing-masing kebun.
Petik merah jadi kebiasaan
Selain volume, mutu panen juga meningkat. Proporsi ceri petik merah mencapai 91%, naik dari 74% pada 2025. Petani yang konsisten memetik ceri matang penuh mendapatkan premi mutu hingga Rp4.500 per kilogram.
“Kalau dulu kami panen asal cepat, sekarang anak-anak muda di desa malah bangga bisa memetik yang merah saja.”— Sutrisno, Ketua Kelompok Tani Kopi Sharecode Lestari
Target musim depan
- Memperluas program peremajaan ke 300 petani baru.
- Membangun dua rumah jemur tambahan berkapasitas 4 ton.
- Memperkenalkan proses fermentasi anaerob untuk lot spesialti.
Direktur Operasional PT Sharecode Agro, Dr. Siti Rahmawati Lubis, menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa pendampingan berbasis data bisa dijalankan di kebun rakyat. “Kuncinya konsistensi. Petani, agronom, dan unit pascapanen bergerak dengan jadwal yang sama,” ujarnya.
Komentar (2)
Apakah ada pelatihan fermentasi anaerob untuk umum? Terima kasih.
Luar biasa! Semoga program peremajaan bisa sampai ke desa kami di Sharecode Barat.