Lewati ke konten utama
Senin–Jumat, 08.00–15.00 WIB 0812-0000-1234 pemdes@sharecode.id
Kec. Sharecode Hilir, Kab. Sharecode
Desa Sharecode MakmurKec. Sharecode Hilir · Kab. Sharecode

Panen Raya Padi Organik 2026: Produksi Naik 18 Persen

28 Okt 2026  ·  Yoga Pratama  ·  Pertanian

Pertanian

Desa Sharecode Makmur — Hamparan sawah terasering di Dusun Sidomulyo menguning serentak. Selasa (28/10/2026), ratusan petani bersama perangkat desa menggelar panen raya padi organik yang menjadi panen terbesar dalam lima tahun terakhir.

Petani memanen padi organik di Dusun Sidomulyo

Panen raya dibuka oleh Kepala Desa H. Hendra Wicaksono dengan memotong padi menggunakan ani-ani, alat panen tradisional, sebagai penghormatan kepada tradisi leluhur. Turut hadir Camat Sharecode Hilir, penyuluh pertanian lapangan, serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sharecode.

Berdasarkan ubinan yang dilakukan penyuluh, produktivitas padi organik varietas lokal “Mentik Sharecode” mencapai rata-rata 6,8 ton gabah kering panen per hektare, naik 18 persen dibandingkan musim yang sama tahun lalu sebesar 5,76 ton.

Kunci keberhasilan: air dan pupuk organik

Ketua Gapoktan Sri Rejeki, Bapak Marjuki, menyebut dua faktor utama kenaikan hasil panen. Pertama, rampungnya rehabilitasi saluran irigasi tersier sepanjang 860 meter yang membuat air terbagi merata hingga petak terbawah. Kedua, penggunaan pupuk organik cair hasil olahan rumah kompos BUMDes.

“Dulu petak bawah sering kekurangan air saat kemarau. Sekarang airnya sampai, padinya seragam. Biaya pupuk juga turun hampir separuh karena kami buat sendiri.” — Marjuki, Ketua Gapoktan Sri Rejeki

Hasil panen akan diserap oleh unit penggilingan BUMDes Sharecode Sejahtera dengan harga gabah Rp7.200 per kilogram, di atas harga pembelian pemerintah. Beras kemudian dikemas dengan merek “Pari Sharecode” dan dipasarkan ke toko serta katering di wilayah kabupaten.

Saluran irigasi tersier yang baru direhabilitasi
Saluran irigasi tersier Dusun Sidomulyo yang rampung direhabilitasi pada September 2026.

Target sertifikasi 100 hektare

Pemerintah desa menargetkan luas sawah bersertifikat organik bertambah menjadi 100 hektare pada 2027. Untuk itu, dalam RKPDes 2027 telah dialokasikan anggaran pelatihan budidaya organik, pengadaan alat pencacah kompos, dan pendampingan sertifikasi bagi tiga kelompok tani baru.

“Kami ingin petani tidak hanya menanam, tetapi juga menikmati nilai tambah dari beras yang mereka hasilkan,” ujar Kepala Desa menutup sambutannya, yang disambut kirab gunungan padi menuju balai desa.

Bagikan: