Panduan Lengkap Manasik Umroh

Dari niat di miqat hingga tahallul — ditulis oleh Ustadz Hanif Pratama, Lc., M.A. · 02 November 2026 · 8 menit baca

Ilustrasi kegiatan manasik umroh di aula dengan maket Kakbah
Manasik akbar jamaah gelombang Januari 2027 di aula kantor pusat.

Umroh adalah ibadah yang ringkas namun sarat makna. Memahami rukun dan urutannya sejak di Tanah Air akan membuat Anda lebih tenang dan khusyuk saat berada di depan Kakbah.

Secara bahasa, umroh berarti berkunjung. Dalam istilah fikih, umroh adalah mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan serangkaian ibadah tertentu: ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul. Berbeda dengan haji, umroh dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun.

1. Ihram dan niat di miqat

Ihram adalah niat memasuki ibadah umroh. Sebelum miqat, jamaah dianjurkan mandi sunah, memakai wewangian di badan (bukan di pakaian), lalu mengenakan pakaian ihram. Bagi laki-laki berupa dua helai kain putih tanpa jahitan, sedangkan perempuan memakai pakaian yang menutup aurat dan tidak bercadar serta tidak bersarung tangan.

“Labbaika Allahumma ‘umratan” — Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh.

2. Thawaf tujuh putaran

Thawaf dimulai dari garis sejajar Hajar Aswad dengan posisi Kakbah di sebelah kiri. Laki-laki disunahkan idhthiba’ (membuka bahu kanan) dan berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama. Setelah selesai, salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim bila memungkinkan, lalu minum air zamzam.

3. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Sa’i dilakukan tujuh kali perjalanan, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Marwah. Di antara dua lampu hijau, laki-laki disunahkan berlari kecil. Tidak ada syarat bersuci untuk sa’i, namun tetap dianjurkan.

4. Tahallul

Tahallul ditandai dengan mencukur atau memotong rambut. Laki-laki lebih utama mencukur habis, sedangkan perempuan cukup memotong ujung rambut sepanjang satu ruas jari. Dengan tahallul, seluruh larangan ihram telah gugur.

Tips dari pembimbing kami

  1. Hafalkan bacaan talbiyah dan doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
  2. Pilih waktu thawaf setelah Subuh atau tengah malam ketika lebih lengang.
  3. Selalu tetap bersama rombongan dan kenali nomor pintu masjid tempat berkumpul.
  4. Bawa botol minum kecil dan alas kaki yang mudah dimasukkan ke tas.