Profil Desa
Jejak panjang sebuah kampung tenun — dari babad alas hingga desa adat yang terbuka bagi dunia.
Sejarah
Benang merah perjalanan desa
Dihimpun dari serat babad, penuturan tetua adat, dan arsip pemerintahan desa.
Babad Alas Watu
Ki Ageng Watu Lestari bersama 12 keluarga membuka hutan di lereng Gunung Watu dan mendirikan pemukiman pertama di sekitar mata air Pancuran.
Balai Agung didirikan
Warga bergotong royong membangun rumah adat Balai Agung sebagai tempat musyawarah, penyimpanan pusaka, dan upacara Merti Bumi.
Menjadi desa definitif
Tiga pedukuhan — Watu, Tenun, dan Pancuran — disatukan secara resmi menjadi Desa Sharecode Lestari di Kecamatan Sharecode Hulu.
Sanggar Tenun Srikandi
Para ibu perajin membentuk kelompok tenun dan menghidupkan kembali 27 motif lama yang hampir punah, termasuk motif Pucuk Rebung.
Ditetapkan sebagai Desa Wisata Budaya
Pemerintah kabupaten menetapkan desa sebagai destinasi wisata budaya; homestay dan paket wisata tenun mulai dikelola BUMDes.
Desa digital berbasis adat
Peluncuran layanan surat daring, transparansi APBDes terbuka, dan pengarsipan digital naskah serta motif tenun warisan desa.
Visi & Misi
Arah langkah 2025–2031
“Terwujudnya Desa Sharecode Lestari yang berdaulat budaya, sejahtera, dan terbuka melalui tata kelola pemerintahan yang jujur dan partisipatif.”
- Melestarikan adat, seni, dan motif tenun sebagai identitas sekaligus sumber penghidupan warga.
- Menyelenggarakan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan berbasis teknologi informasi.
- Membuka informasi anggaran dan pembangunan desa secara transparan dan akuntabel.
- Mengembangkan pertanian organik, UMKM, dan desa wisata budaya melalui BUMDes.
- Meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial warga.
- Menjaga kelestarian hutan, mata air, dan lingkungan hidup di wilayah desa.
Geografis
Letak & batas wilayah
Desa berada di lereng utara Gunung Watu, 28 km dari pusat Kabupaten Sharecode.
- UtaraDesa Sharecode Wetan
- SelatanHutan Lindung Gunung Watu
- TimurDesa Sharecode Makarti
- BaratDesa Sharecode Kulon (dibatasi Kali Pancuran)
| Luas wilayah | 612,4 ha |
|---|---|
| Ketinggian | 640–910 mdpl |
| Curah hujan | 2.350 mm/tahun |
| Suhu rata-rata | 19–29 °C |
| Jarak ke kecamatan | 6 km (± 15 menit) |
| Jarak ke kabupaten | 28 km (± 50 menit) |
Penggunaan lahan
| Peruntukan | Luas (ha) | Persentase |
|---|---|---|
| Sawah terasering | 186,2 | 30,4% |
| Kebun kopi & tegalan | 164,8 | 26,9% |
| Hutan rakyat & bambu | 121,5 | 19,8% |
| Permukiman & pekarangan | 98,3 | 16,1% |
| Fasilitas umum, adat & makam | 24,6 | 4,0% |
| Sungai, mata air & lainnya | 17,0 | 2,8% |
| Jumlah | 612,4 | 100% |
Demografi
Profil penduduk
Total 4.812 jiwa dalam 1.396 kepala keluarga (data per 31 Oktober 2026).
Kelompok umur
Pendidikan terakhir
| Dusun | RW/RT | KK | Laki-laki | Perempuan | Jumlah |
|---|---|---|---|---|---|
| Dusun Watu | 2 / 6 | 498 | 852 | 867 | 1.719 |
| Dusun Tenun | 2 / 7 | 521 | 889 | 912 | 1.801 |
| Dusun Pancuran | 2 / 5 | 377 | 650 | 642 | 1.292 |
| Jumlah | 6 / 18 | 1.396 | 2.391 | 2.421 | 4.812 |