Sebanyak 64 peserta yang terdiri dari pemangku adat, anggota BPD, lembaga desa, serta perwakilan tiga dusun berkumpul di pendopo Balai Agung, Senin (2/11/2026), dalam musyawarah adat tahunan Desa Sharecode Lestari. Musyawarah yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 14.30 WIB itu menyepakati kalender upacara dan kegiatan budaya untuk tahun 2027.
Pemangku Adat Balai Agung, Mbah Sastro Wiguno, membuka musyawarah dengan doa dan tradisi kembul bujana — makan bersama dari satu tampah sebagai simbol kesetaraan. “Di balai ini tidak ada yang lebih tinggi. Semua suara didengar sama,” tuturnya.
Tiga agenda besar dalam satu kalender
Musyawarah menetapkan tiga agenda utama: upacara Merti Bumi pada bulan Sura, Sedekah Sungai Kali Pancuran pada awal musim hujan, serta Festival Tenun dan Budaya yang kini digelar setiap Oktober. Penyatuan kalender ini, menurut Kepala Desa Bambang Suryo Atmodjo, memudahkan promosi wisata dan penyusunan anggaran.
“Adat bukan sekadar tontonan. Ia harus tetap menjadi tuntunan, sekaligus membuka rezeki bagi warga.”
Selain kalender, peserta juga menyepakati aturan baru tentang pelestarian motif tenun. Setiap motif warisan akan didokumentasikan secara digital dan didaftarkan sebagai kekayaan komunal desa, sehingga tidak dapat diklaim pihak luar.
Pelibatan generasi muda
Karang Taruna Tunas Rebung mendapat mandat menjadi panitia pelaksana festival 2027, didampingi Lembaga Adat Desa. Ketua Karang Taruna, Dimas Saputra, menyatakan pihaknya akan menambah kelas tari dan karawitan anak agar regenerasi seniman desa terus berjalan.
- Merti Bumi: Minggu, 4 Juli 2027 di Punden Watu Gede
- Sedekah Sungai: Minggu, 14 November 2027 di Kali Pancuran
- Festival Tenun & Budaya: 15–17 Oktober 2027 di Balai Agung
Hasil musyawarah akan dituangkan dalam Peraturan Kepala Desa dan diumumkan di papan informasi setiap dusun serta di laman pengumuman situs desa.