SHARECODE MAKMUR — Hamparan sawah seluas 186 hektare di Desa Sharecode Makmur menguning serempak pekan ini. Kelompok Tani Sri Rejeki bersama penyuluh pertanian lapangan Kecamatan Sharecode Utara mencatat rata-rata hasil ubinan mencapai 6,8 ton gabah kering panen (GKP) per hektare, naik 18 persen dibanding musim gadu tahun lalu yang hanya 5,76 ton.

Kenaikan ini disebut tak lepas dari rampungnya saluran irigasi tersier sepanjang 3,4 kilometer yang dibangun menggunakan Dana Desa 2025. Sebelumnya, petak sawah di ujung Dusun Cempaka kerap kekurangan air saat puncak kemarau.

“Air sekarang sampai ke petak paling ujung. Dulu kami harus bergiliran malam hari, bahkan sempat ada yang gagal tanam,” ujar Sutrisno (54), Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki, di sela panen.

Pola tanam serempak tekan hama

Selain irigasi, petani juga menerapkan pola tanam serempak yang disepakati dalam rembug tani Juni lalu. Penanaman dalam rentang dua pekan membuat siklus hama wereng dan tikus terputus.

“Kalau tanamnya serempak, hama tidak punya tempat pindah. Ini kunci yang sering dilupakan.” — Ir. Wulandari, Penyuluh Pertanian

Pemerintah desa turut menyalurkan 2,4 ton pupuk organik cair produksi BUMDes Sharecode Sejahtera serta menyediakan dua unit mesin panen combine harvester mini yang dapat disewa petani dengan tarif Rp450.000 per hektare.

Harga gabah stabil

Di tingkat petani, harga GKP bertahan di kisaran Rp6.800–Rp7.100 per kilogram. BUMDes menyerap sebagian hasil panen untuk diolah menjadi beras organik kemasan bermerek “Sri Rejeki” yang dipasarkan hingga ke kota kabupaten.

Kepala Desa Suryadi Wibisono menyampaikan apresiasi kepada para petani dan berjanji melanjutkan perbaikan saluran irigasi di Dusun Tirta pada 2027. “Musim depan kita targetkan tujuh ton. Usulannya sudah masuk prioritas RKPDes,” ujarnya.

Potret Bagas Pranoto
Bagas Pranoto

Redaktur Warta Sharecode sekaligus Kaur Perencanaan. Menulis seputar pembangunan, pertanian, dan data desa.