Sejarah Desa
Menurut tutur para sesepuh, wilayah Desa Sharecode Makmur bermula dari pedukuhan bernama Kedung Sari yang dibuka oleh Ki Ageng Sastro bersama tujuh keluarga pada awal abad ke-20. Mereka memilih tepian Sungai Sharecode karena tanahnya subur dan airnya tak pernah kering meski kemarau panjang.
Pada 1928, empat pedukuhan — Kedung Sari, Sukamaju, Cempaka, dan Tirta — disatukan menjadi satu kelurahan dengan nama Sharecode, diambil dari sebutan warga untuk “tanah yang dibagi bersama”. Kata “Makmur” ditambahkan pada 1979 sebagai doa agar warga senantiasa berkecukupan.
“Tanah ini dibagi bersama, maka hasilnya pun dinikmati bersama.” — pesan Ki Ageng Sastro
Masa revolusi kemerdekaan menjadikan desa ini jalur logistik para pejuang. Lumbung padi desa dipakai sebagai dapur umum, dan sejumlah warga gugur mempertahankan jembatan Cempaka. Lokasi lumbung itulah yang kini menjadi Balai Desa.
Memasuki era Dana Desa sejak 2015, Sharecode Makmur bertransformasi pesat: jalan poros diaspal, irigasi diperbaiki, BUMDes Sharecode Sejahtera berdiri, dan pada 2024 desa ini meraih status Desa Mandiri berdasarkan Indeks Desa Membangun.